Langsung ke konten utama

APARAT MENJAWAB


[APARAT MENJAWAB]

1.Dari : S, 2017
tanya : bagaimana pandangan HIMA IP terhadap pembangunan infrastuktur Jokowi?

2. Dari : Fa, 2016
Tanya : bagaimana pandangan HIMA IP terhadap hutang pemerintahan Jokowi?


[Menjawab Hutang Pembangunan Infrastuktur Jokowi]

Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998/1999 silam menyebabkan indonesia berbenah mengelola dampak krisis agar perekonomian tetap stabil serta memastikan lembaga keuangan sehat dan kuat. Akibatnya, selama kurun waktu hampir 20 tahun pembaguna infrastuktur tertunda sehingga pembangunan infrastuktur menjadi kebutuha saat ini.
Ketertinggalan infrastuktur dan masalah konektivitas menimbulkan tingginya biaya ekonomi yang harus ditanggung oleh masyarakat hingga rendahnya daya saing nasional.

Inilah yang menjadi dasar pemerintah mengakselerasi pembagunan infrastuktur demi mengejar ketertinggalan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Saat ini, ketidakpastian ekonomi global membuat pemerintah mengambil kebijakan fisikal ekspansif untuk mendorong perekonomian tetap tumbuh dan melindungi masyrakat. APBN disusun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak dan tidak dapat ditunda. Namun demikian, penerimaan negara belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.
Sehingga menimbulkan defisit yang haru ditutupi melalui pembiayaan untuk belanja produktif.

Namun kenaikan hutang di Indonesia untuk menutupi defisit itu sebesar +_ 4800 triliun dengan bunga 200 triliun/ tahun.
Austerity program yang dikeluarkan pemerintah untuk mengurangi defisit sangatlah membentuk polemik baru, apakah tujuan tujuan pembangunan infrastuktur ini sudah tepat sasaran?
Nyatanya, jika kita tinjau kembali, Austerity program yang mempengaruhi perekonomian Indonesia saat ini menimbulkan ketimpangan pada masyarakat kelas bawah.

Masyarakat dengan penghasilan yang rendah terpaksa harus membayar pajak yang tinggi, subsidi pendidikan, kesehatan, dan biaya bahan pokok dipangkas habis-habisan.
Hutang Indonesia saat ini sangatlah berdampak pada tingkat kemiskinan yang tinggi. Alokasi pembangunan infrastuktur pun dipertanyakan lolos atau tidaknya dalam selesksi Amdal, dibuktikan dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Jawa Tengah yang menyalahi peraturan AMDAL sehingga ekosistem dan lingkungan menjadi rusak. Hutan lindung yang menjadi habitat banyak hewan (termasuk beberapa diantaranya hewan langka) menjadi rusak dan menyebabkan hewan-hewan tersebut lari ke pemukiman warga dan merusak tanaman perkebunan milik warga.

Fakta itu mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur sama sekali tidak berorientasi kepada kesejahteraan rakyat maupun membentuk industri nasional yang tangguh. Liberalisasi dan privatisasi berarti pencabutan subsidi dan anggaran social seperti pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian, sebagus apapun pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintahan Jokowi tidak akan memberikan pelayanan yang murah dan terjangkau untuk kebutuhan rakyat Indonesia.

Pengabdian dan ketergantungan modal pembangunan terhadap investasi dan utang luar negeri akan mendorong sebuah negeri semakin jauh ke dalam jeratan utang pembangunan. Sebaliknya, mobilisasi tanah disertai pengusiran paksa, penggusuran hingga kekerasan terhadap rakyat di berbagai sektor akan semakin masif. Tanah yang subur sebagai sumber ekonomi rakyat akan terganti dengan aspal dan bangunan para pebisnis local dan asing.

Hutang Indonesia yang diberikan oleh  Indonesia Infrastructure Fund [IIF], Japan Bank For International Cooperation [JBIC], ADB, Bank Dunia hingga yang terbaru AIIB siap membiayai proyek infrastruktur yang tersebar di Indonesia.mengakibatkan pengaruh yang mencolok pada setiap kebijakan nasional, akibatnya ketergantungan pada pihak internasional yang semakin menjadi berujung pada ketidak mandirian ekonomi, tidak berdaulat secara politik, dan mengikis kepribadian sosial budaya. Maka dari itu perlu peninjauan secara detail demi mengahasilkan pembangunan yang menyeluruh tidak hanya dalam fisik negara, namun dalam raga masyarakat, jiwa, serta kesejahteraanya.

“Negara yang hidup meminjam pasti menjadi hamba peminjam” – Tan Malaka


Departemen Kajian Aksi Strategis
Kabinet Maju Bersama
HIMA IP FISIP UNTIRTA 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agenda Kegiatan Satu Tahun

Hima IP 2018 memiliki beragam agenda yang akan dijalankan pada satu tahun kepengurusan yang dimana Hima IP 2018 Kabinet Maju Bersama memiliki agenda sebagai berikut :


E-LibrarIP

[E-librarIP]



Menurut hasil survey dari studi Most Littered Nation In the World pada tahun 2016, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, hanya 1 dari 1000 orang yang memiliki minat baca pertahun. Rendahnya budaya literasi berimplikasi kepada permasalahan yang menjadi diskursus publiky saat ini mengenai ujaran kebencian dan hoax.

Untuk itu, kami ingin menjadi wadah bagi kawan-kawan yang ingin menambah pengetahuan dan mengembangkan budaya literasi melalui literatur yang kami sediakan secara online di :

http://bit.ly/E-LibrarIP


Salam literasi!


Narahubung: Muhamad Zulfikar Alfaraby (0895332914136)

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
Kabinet Maju Bersama
HIMA IP FISIP UNTIRTA 2018

Makna Logo Kabinet Maju Bersama

Makna Logo

Api Kami menginisiasi logo dasar tersebut seperti api, karena menurut kami api merepresentasikan semangat yang membara, energi kehangatan dan cahaya. Layaknya sebuah api yang berkobaar, organisasi juga harus memiliki semangat yang mencerminkan sifat api yang terus berkobar.
Sayap Elang Sayap elang mengartikan bahwa sebagai organisasi yang meningkat terus menurus dan harus menerjang segala rintangan karena elang adalah burung yang mampu terbang paling tinggi di dunia ini. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa ketinggian angin selalu bertiup sangat kencang.
Tangan Tangan menggambarkan bahwa dengan saling bahu membahu secara kolektif untuk memajukan organisasi, tangan juga menggambarkan kekeluargaan dan kebersamaan.
Warna ·Hijau melambangkan optimisme, kebebasan dan keseimbangan. ·Kuning melambangkan kepercayaan diri serta kreatif ·Jingga melambangkan kenyamaan dan kehangatan